hantu/siluet?

masa lalu adalah hantu, katanya. tetapi untuk kali ini aku merasa bahwa masa lalu adalah siluet diri yang terus menerus melekat mengikutiku kemana pun aku melangkah.

yah, lebih tepatnya mengikutimu, kemana pun kamu menjejakkan kaki. karna pada kenyataannya ini bukanlah masa laluku, melainkan milikmu yang tertinggal lama di antara detik yang sudah terlewatkan. pikiran ini terus-menerus menggerus perasaanku hingga aku merasa pedih sendiri.

masa lalu hanyalah hantu.

tapi bagaimana nasibku kalau ternyata hantu itu bangkit dari kuburnya?

bahwa kenyataanya,

ia hanya mati suri.

sekian lama aku vakum dari dunia aksara. karena aku tidak bisa lagi menemukan alasan untuk menulis. biasanya aku menulis karena pelarian dari kekecewaanku pada dunia nyata. tapi, akhir-akhir ini kecewa seakan memusuhiku. terimakasih untuk segala bahagia ini tuhan.

aku menulis kembali malam ini. aku pun terheran, kenapa keyboard laptop ini lebih menggiurkan dibandingkan kasur. rasa rinduku pada aksara rupanya sudah tak terbendung.

aku mula-mula mau berterimakasih sama tuhan atas diberikannya berkah yang banyak di tahun ini.

mulai dari bertemu orang-orang yang rupa-rupa di FSRD ITB, sang kampus yang dulu jadi sebatas impian, sekarang bisa jadi rumah keduaku. lalu bertemu dengan seseorang yang sangat spesial, yang membuat hidupku jauh lebih berwarna dari sebelumnya.

terimakasih tuhan atas segalanya.

seribu kali terimakasih nampaknya tida akan cukup untuk membayar semua kebahagiaan ini :)

foto yang pertama itu waktu VASUNDHARI tanggal 19 kemarin. wisudaan fsrd. dan yang hijau mencrang itu namanya Otong (oray sapotong) property yang kami bikin sampe bikin hidup kami kayak zombie selama sebulan. tapi terbayar dengan rasa bangga di akhir acara.

foto kedua itu… kerjaan kami di kantin… kalo lagi ga ada kerjaan ya gitu… ga jelas sih… yaudah….

foto 3, 4, sama 5 itu waktu acara halloween kemarin. jadi kunti hi…hii…

foto ke 6  waktu makrab 1 fsrd itb 

i love you.

something in this songs, triggering something.

teringat akan seseorang yang saat ini sedang jauh dari sudut mataku. seseorang yang sudah berbulan-bulan menjadi alasanku untuk berekspresi. dia orangnya konyol, meski kadang bisa diam seribu bahasa dalam waktu yang lama. santai, tapi mudah terbawa emosi. dan ia penyabar, walau kadang tak dapat membendungnya. tapi ia adalah ia, seseorang yang kucintai.

bermula dari 4 tahun yang lalu ketika pertama kali mataku bertemu matanya. kita masih dua anak yang belum mengenal apa arti sebenarnya dari cinta. masih terbakar api asmara cinta monyet yang berkobar-kobar namun cepat padamnya. kita berdua pun tidak tau kenapa alasannya, tapi kita tidak ditakdirkan bersama pada saat itu. hingga akhirnya kita sama-sama menghilang. 3 tahun tak berkabar, bertemu, bahkan bertegur sapa sekalipun, kita dipertemukan kembali disaat masing-masing dari kita sudah ada monyetnya.

pertemuan singkat sore hari di suatu tempat sederhana. aku memandangimu dari jauh, bertanya ragu, apa benar itu dirimu. dan kita pun bertegur sapa setelah bertahun lamanya rasa itu vakum, kini bersemi kembali.

bertemu denganmu adalah sebuah anugrah yang luar biasa. tak bisa aku tuliskan betapa beruntungnya aku memilikimu, betapa bahagianya aku. bertemu seseorang yang sejiwa denganku, tapi tak sama. kita tetap berbeda dan dapat mengisi satu sama lain. tapi kita juga terarah dengan satu tujuan untuk kita raih bersama.

begitu inginnya aku menyelam lebih dalam ke kehidupanmu. mengetahui segalanya tentangmu. mengetahui semua yang ada dalam pikiranmu. begitu inginnya aku menjadi bagian darimu, yang tak bisa kau lepaskan apapun alasannya. begitu inginnya aku menjadi pendampingmu untuk seumur hidupku dan hidupmu. begitu inginnya aku menjadi saksi dari setiap air mata sendu dan bahagiamu. begitu inginnya aku menjadi cinta terakhirmu.

walau aku tau aku tak bisa mengaturnya dan hanya bisa berharap pada tuhan.

kalau bisa aku bersempuh pada tuhan. agar semua itu bisa menjadi nyata. agar tuhan tidak mengambil kebahagiaanku; kamu.

kau anugerahku.

alasanku untuk hidup.

dasar dari cita-citaku.

cinta matiku.

Sid and Nancy

Sid and Nancy